Surat dari Praha


Film  yang baru dirilis ini cukup menyita perhatian penonton. Dengan besutan Sutradara Angga Dwimas Sasongko, dan penulis skenario Irfan Ramli serta diproduksi dibawah Visinema Picture. Film yang menceritakan kisah hidup seorang Soekarnois yang menolak pulang ketanah air, karena tetap berpegang teguh pada prinsip politiknya; Menolak orde baru
Pelaku utamanya  Jaya yang diperankan oleh Tio Pakusadewa, Karena prinsip yang dipertahankannya diatas, Ia pun harus membayar mahal untuk keputusannya ini. Jaya kehilangan kewarganegaraan Indonesianya, tidak sempat pulang ketika orang tuanya meninggal dunia, dan juga tentunya harus berpisah sangat lama dengan cinta sejatinya ketika di Indonesia, Sulastri.
Kendatipun demikian, ia terus berkirim surat pada Sulastri dari tahun ke tahun. Dari setiap kerinduan-kerinduan yang datang silih berganti. Barulah pasca meninggalnya Sulastri, Sulastri menitip wasiat untuk mengembalikan  surat yang telah dikirim Jaya selama puluhan tahun. Dan sang anak Laras yang diperankan oleh Julie Estelle datang ke Praha menemui Jaya. 
Disana Ia pertama-tama melihat sosok jaya yang egois, cuek, dan terlihat sombong dan sedikit pemarah. Namun cerita justru berkata lain. Laras menemukan sesuatu yang unik dari sosok Jaya sebagai pribadi yang penuh prinsip, memegang teguh keyakinan dan Cinta. Itulah yang pada akhirnya mengantarkan Laras menemukan rasa cinta pada seorang yang justru mencintai Ibunya. Laras tidak gentar, rasa nyaman yang diberikan Jaya lewat cerita inspiratif, Musik dan lagu-lagu yang romantis, membuat Laras betul-betul jatuh cinta pada orang yang berumur jauh diatasnya.
*Elg
Share on Google Plus

About kampusnusantara

Media yang menyajikan berita dan informasi seputar pendidikan Indonesia. Sebuah kancah pencerahan yang mencerdaskan bangsa