Festival Melupakan Mantan Hipnotis Muda-Mudi Jogja


Tepat jam 19.30 malam minggu (13/2) di Taman siswa Jogja, tiba-tiba disulap sebegitu romantis. Ada apa gerangan? Beberapa orang berbaju kaos dengan motif beragam, dilengkapi kartu kepanitiaan, menamai diri “ Komunitas Melupakan Mantan”. Terdengar seolah bercanda, tapi komunitas ini beranggotakan puluhan orang. Kegiatan yang mereka namai festival melupakan mantan pun kini diadakan untuk yang kedua kalinya. Yaitu pada tahun 2015 dan tahun 2016.
Apa yang unik dari festival ini? Pertama, tentutnya jarang ada event dengan format langka seperti. Tentunya harapan panitia mampu menyedot kalangan remaja, ABG, dan mahasiswa. Terbukti sekitar 300-an lebih pengunjung yang datang. Kedua, Event ini di adakan tepat pada malam menyambut valentine, barangkali sebagian orang tidak mau tahu dengan hari valentine. Tapi bagi muda-mudi yang bernostalgia, tentu menambah semangat dan kasih sayang mereka pada pasangan. Apalagi ditambah event semacam ini, malam minggu pula. Ketiga, komunitas ini mengundang pihak media yang ada diseluruh Jogja, baik cetak, radio bahkan media online dan LPM Mahasiswa. Mereka juga menyediakan stand untuk media. Tugas media selain menyoroti festival ini, juga menanyakan pandangan pengunjung dan panitia tentang mantan. Alias curhat gratis. Diliput lagi..
Kemeriahan festival ini juga dilengakapi dengan curhat secara umum, para presenter yang terdiri dari mereka yang lucu-lucu, menanyakan kepeda pengunjung siapa mau curhat? Curhat donk mas/mbak, précis seperti mama Dedeh. Banyak yang curhat tentang peristiwa putusnya, sampai peristiwa menyedihkan ditinggalkan kekasih nikah, peristiwa dilarang pacaran oleh bokap/nyokap. Ada seabreg cerita dan luapan emosi para peserta. Acara berlangsung heboh dengan kembang api dan hiasan-hiasan lainnya. Bahkan panitia menjanjikan kejuatan-kejutan lainnya, pokoknya ini untuk anak muda-mudi semua deh. Terutama untuk yang gagal move on.



Share on Google Plus

About kampusnusantara

Media yang menyajikan berita dan informasi seputar pendidikan Indonesia. Sebuah kancah pencerahan yang mencerdaskan bangsa

0 komentar:

Posting Komentar