Nostalgia Malam Minggu di KM 0 Jogja



Bicara Jogja, Maka yang tak boleh terlewatkan ketika malam Minggu menyapa adalah KM 0. Disanalah letak jantung Jogja. Keramaian yang padat, mulai dari pedagang asongan; Rokok, kopi, sate, bakso, hingga pernak-pernik khas Jogja. Seperti gelang dan kalung. Serta membludaknya para seniman jalanan yang terlihat selalu cerah menghibur para pengunjung. Tidak hanya musisi jalanan yang hanya bermodal gitar, Gendang dan pukulan-pukulan gamelan juga kerap terdengar saat duduk bersantai di depan gedung Agung.

Ramainya pengunjung pada malam minggu, mulai turis mancanegara, Mahasiswa/i  sepasang kekasih yang sedang menikmati malam. Serta beberapa komunitas, mulai dari organisasi kampus, komunitas motor, beberapa kumpulan teman yang sekedar melepas penat di  Jogja yang indah. Ditambah beberapa mahasiswa di luar Jogja yang sedang studi tour. Belum lagi kegiatan-kegiatan kesenian dan promosi daerah di Tugu Sebelas Maret yang selalu diadakan hampir setiap minggu. Itulah alasan KM 0 selalu dibanjiri lautan manusia. 

Yang unik sekarang justru beberapa bangunan, baik yang baru dibangun maupun yang lama, seperti pembongkaran aspal diubah menjadi batu andesit disimpang empat Bank Indonesia. Batu Andesit menambah keindahan dan membuat kendaraan pelan-pelan. Sehingga yang melintasi dapat lalu lalang menyebrangi. 



Kalau bicara malam minggu, maka yang paling unik bangunan gembok cinta yang terbuat dari besi. Suatu Seni instalasi Digital Heart. Digital Heart adalah media seni pemasangan gembok bertuliskan sepasang nama dan di kunci, menjadi salah satu bagian seni instalasi. Gembok cinta begitu sebutan wisatawan sekarang untuk menyebutkan seni instalasi tersebut. Karena berbagai jenis gembok dengan berbagai ukuran telah terkunci disana. Gembok cinta yang telah dikenal diberbagai negara seperti di Paris, Prancis dan Taiwan, kini hadir di tengah kehangatan serta romantisme malam minggu di Jogja. Malam minggu di KM 0 adalah malam tepat untuk menulis sepasang nama di gembok cinta. Sehingga tahun-tahun berikutnya, lima atau sepuluh tahun yang akan datang atau sampai kapanpun, kita bisa menemukannya utuh kembali.




Share on Google Plus

About kampusnusantara

Media yang menyajikan berita dan informasi seputar pendidikan Indonesia. Sebuah kancah pencerahan yang mencerdaskan bangsa